Daftar Pemain dan Alur Cerita Film Joker

Daftar Pemain dan Alur Cerita Film Joker – Joker merupakan film narasi asyik intelektual Amerika Sindikat tahun 2019 yang disutradarai oleh Todd Phillips serta diproduseri oleh Todd Philips, Bradley Cooper, serta Emma Tillinger Koskoff.

Daftar Pemain dan Alur Cerita Film Joker

thehatefuleight – Joker disiarkan dengan cara kesatu di Pergelaran Film Venesia pada bertepatan pada 31 Agustus 2019 dan disiarkan di Amerika Sindikat pada 4 Oktober 2019 serta Indonesia 2 hari tadinya.

Dikutip dari wikipedia, Joker merupakan film peperangan hidup awal Batman yang memperoleh pengelompokan R dari Motion Picture Association of America sebab kekerasan berdarah yang kokoh, sikap mengusik, bahasa serta lukisan intim pendek.

Baca juga : Film Without Remorse(2021), Film Aksi Dari Amerika Serikat

Alur Cerita

Pada 1981, Arthur Fleck, seseorang komedian yang berumur 40 tahun bermukim bersama ibunya, Penny di Kota Gotham yang rancu balau. Ia mengidap keanehan otak yang menimbulkan ia tersimpul pada durasi yang tidak pas serta ia kerap mendatangi pekerja layanan sosial buat memperoleh obatnya.

Sehabis segerombol anak jalanan mencuri kediaman kepunyaan Arthur serta mengeroyokinya di gang, salah seseorang kawan kerjanya meminjamkan beceng selaku perlengkapan proteksi diri.

Sesuatu dikala, penyakitnya kumat kala beliau lagi menaiki sepur api, alhasil Sophie keheranan dengan tingkahnya serta Arthur membagikan suatu kartu buat menanggapi keheranannya. Arthur setelah itu menjalakan ikatan bagus dengannya, yang setelah itu terkini disadarinya kalau Sophie bermukim di kondominium yang serupa dengannya.

Sepanjang kunjungan ke rumah sakit kanak- kanak, beceng Arthur terguling dari sakunya, alhasil beliau dihentikan dari profesinya. Arthur pula mengenali kalau program layanan sosial ditutup, alhasil ia tidak mempunyai metode buat memperoleh obat.

Dalam ekspedisi kembali memakai sepur dasar tanah, Arthur dirundung oleh 3 pebisnis belia Wall Street, alhasil beliau menembak mati ketiganya dengan beceng yang beliau sanggam itu.

Arthur tidak mengetahui pembantaian itu hendak mengawali aksi muncul rasa kepada orang banyak di kota itu dengan memakai masker komedian. Sebagian hari tadinya, Thomas Wayne mencalonkan dirinya selaku orang tua kota sebab merasa gelisah dengan kekalutan di kota itu yang tidak menyambangi menyudahi.

Sophie mendatangi kegiatan humor tunggal Arthur yang berjalan amat kurang baik. Arthur tersimpul tidak teratasi serta kesusahan mengantarkan kelakarnya. Seseorang pembawa kegiatan titel bicara terkenal, Murray Franklin, menayangkan film itu dengan cara langsung selaku celaan.

Arthur mencuri pesan yang ibunya catat pada Thomas Wayne yang ialah salah satu orang terkemuka di kota itu serta menciptakan dirinya merupakan putra tidak legal Wayne. Ia memaki- maki ibunya sebab melindungi ini darinya serta tidak lama sehabis itu, Penny jatuh sakit alhasil dirawat di rumah sakit.

Arthur pula dilecehkan oleh 2 intel yang berprasangka dengan keterlibatannya dalam penembakan sepur dasar tanah, namun beliau menyangkalnya. Kondisi kota jadi terus menjadi rancu dengan pengunjuk rasa yang tumpah ruah di mana- mana.

Kala para pengunjuk rasa mulai berkelahi dengan aparat keamanan, Arthur menyelinap ke suatu bangunan tempat suatu kegiatan spesial buat figur terkenal dihelat. Arthur bertemu dengan Thomas Wayne serta mempersoalkan status dirinya dengan Thomas.

Thomas berkata kalau Penny edan serta apalagi bukan bunda kandungan Arthur, sambil menampar Arthur setelahnya. Arthur mendatangi Rumah Sakit Arkham buat mencari ketahui hendak bukti percakapan Thomas.

Arthur mencuri arsip permasalahan Penny serta menciptakan kalau ia memanglah diadopsi sehabis dibiarkan kala bocah. Ia pula mengenali kalau Penny legal agresif kepadanya kala ia sedang kecil, tercantum guncangan kepala yang sungguh- sungguh yang menyebabkan tawa patologisnya.

Arthur kembali ke rumah sakit serta langsung menutup kepala ibunya dengan alas sampai berpulang kehilangan hawa. Ia kembali ke bangunan apartemennya serta merambah kamar Sophie. Sophie terkejut dengan kehadirannya serta memintanya berangkat.

Arthur setelah itu mengetahui kalau pengalamannya dengan Sophie cumalah khayalan. Seseorang karyawan dari kegiatan Murray Franklin menelepon serta memohon Arthur buat tampak di kegiatan itu. Arthur sepakat serta berencana bunuh diri di kegiatan itu.

Dikala beliau bersolek serta menggunakan bajunya, beliau yang menggenggam gunting kecil didatangi oleh 2 kawan kegiatan lama yang mau membagikan duka cita atas kematian ibunya.

Arthur justru menusuk leher serta mata salah seseorang di antara lain dengan gunting itu, kemudian membenturkan kepalanya berulang kali sampai berpulang dikala itu pula. Arthur membiarkan salah satu yang lain senantiasa hidup sebab kebaikan kepadanya pada era kemudian.

Dalam ekspedisi ke sanggar, beliau dikejar oleh 2 intel ke suatu sepur yang penuh dengan pengunjuk rasa komedian. Salah satu intel dengan cara tidak terencana menembak mati seseorang pengunjuk rasa, alhasil pengunjuk rasa lain mulai mengeroyoki kedua intel itu sampai kritis, serta Arthur melarikan diri dari kegaduhan itu.

Saat sebelum kegiatan itu diawali, Arthur memohon Murray memperkenalkannya selaku Joker, suatu olok- olok Murray sebagian durasi yang kemudian terhadapnya. Kegiatan itu berjalan dengan mudah semacam umumnya, namun Arthur justru selalu membenarkan pembantaian di sepur dasar tanah itu serta mempersoalkan kemunafikan warga yang memuja ketiga anak muda itu sambil merendahkannya, dengan mengatakan warga lebih memilah tiba mayatnya di jalur raya ternyata menguburkannya dengan cara pantas.

Murray berupaya meredakan atmosfer, namun Arthur tidak menggubrisnya. Arthur langsung menembak mati Murray pas di kepalanya dikala itu pula, alhasil banyak pemirsa yang kabur kekhawatiran serta beliau dibekuk polisi karenanya.

Dalam ekspedisi ke kantor polisi, Arthur memandang Gotham lagi dirundung kekalutan oleh pengunjuk rasa. Diantara satu pengunjuk rasa mengejar keluarga dari Wayne sampai ke suatu gang serta menembak mati Thomas dan Martha, alhasil Bruce cuma dapat terpana dengan kondisi itu sambil menangisi keberangkatan orang tuanya.

Mobil yang ditumpangi Arthur ditabrak ambulans yang dikemudikan beberapa pengunjuk rasa, alhasil kedua polisi di mobil itu berpulang, sedangkan Arthur aman dengan beberapa cedera di badannya.

Mereka langsung melindungi Arthur dikala itu pula serta membaringkannya di suatu mobil. Arthur tersadar serta bangun dari siumannya, alhasil pengunjuk rasa merayakannya dengan penuh hiruk- pikuk gempita, yang ditanggapi dengan gaya tari Arthur.

Sebagian durasi setelah itu, Arthur diinterogasi oleh seseorang pekerja sosial di Rumah Sakit Arkham serta tersimpul terpingkal- pingkal. Kala ditanya, Arthur cuma berkata kalau mereka tidak hendak paham. Arthur ambil kaki dari tempat saat itu dengan meninggalkan sebuah jejak berdarah yang berasal dari sepatunya.

Pemain Film

Joaquin Phoenix berperan sebagai Arthur Fleck/Joker
Zazie Beetz berperan sebagai Sophie Dumond
Robert De Niro berperan sebagai Murray Franklin
Brett Cullen berperan sebagai Thomas Wayne
Frances Conroy berperan sebagai Penny Fleck
Douglas Hodge berperan sebagai Alfred Pennyworth
Marc Maron berperan sebagai Ted Marco
Dante Pereira-Olson berperan sebagai Bruce Wayne
Bill Camp berperan sebagai petugas di Departemen Kepolisian di Kota Gotham (GCPD)
Glenn Fleshler berperan sebagai pelawak
Shea Whigham berperan sebagai petugas di Departemen Kepolisian di Kota Gotham (GCPD)
Bryan Callen berperan sebagai penari
Josh Pais
Brian Tyree Henry

Produksi Film

Antara 2014 serta 2015, Joaquin Phoenix melaporkan terpikat berfungsi dalam semacam film” riset kepribadian” berbiaya kecil mengenai penjahat dalam novel novel, semacam kepribadian Joker dari DC Comics.

Tadinya, Joaquin menyangkal berfungsi di Marvel Cinematic Universe sebab ia hendak dimohon menjadi kedudukan semacam Hulk serta Doctor Strange di sebagian film. Beliau tidak yakin pemikirannya buat suatu film wajib menggambarkan Joker, sebab beliau rasa kepribadian itu sudah diperlihatkan dengan metode yang serupa tadinya, serta berupaya mempertimbangkan suatu yang berlainan.

Agennya menganjurkan buat melangsungkan pertemuan dengan Warner Bros., namun beliau menyangkal permohonan agennya. Begitu pula dengan Todd Phillips yang telah ditawari menyutradarai film bersumber pada novel buat berulang kalinya, namun ditolak sebab beliau pikir ajuan itu buatnya merasa berisik serta tidak buatnya terpikat.

Bagi Todd, Joker dilahirkan dari pemikirannya buat menghasilkan film yang berlainan serta lebih bersandarkan pada novel. Ia terpikat dengan Joker sebab ia tidak berasumsi terdapat deskripsi pasti dari kepribadian, yang ia ketahui hendak membagikan independensi inovatif yang lumayan besar.

Todd mengajukan buah pikiran buat Joker pada Warner Bros. sehabis ciptaannya War Dogs disiarkan kesatu pada Agustus 2016. Saat sebelum War Dogs, Todd diketahui paling utama sebab film lawakan ciptaannya, semacam Road Trip( 2000), Old School( 2003), serta The Hangover( 2009).

Sepanjang penayangan kesatu, Todd mengatakan:” War Dogs tidak hendak melaksanakan suatu yang dramatis serta aku berasumsi, apa yang orang betul- betul mau amati?” Dia mengusulkan agar DC Films membedakan batu tulisnya dari Marvel Studios yang bersaing dengan memproduksi film mandiri anggaran rendah.

After the successful release of Wonder Woman( 2017), DC Films decided to deemphasize the shared nature of its DC- based film franchise, the DC Extended Universe( DCEU). In August 2017, Warner Bros. and DC Films revealed plans for the film, with Phillips directing and co- writing with Scott Silver, and Martin Scorsese set to co- produce with Phillips.

Bagi Kim Masters serta Borys Kit dari The Hollywood Reporter, Jared Leto, yang menjadi Joker di DCEU, tidak suka dengan terdapatnya cetak biru yang terpisah dari penafsirannya.

Pada Oktober 2019, Kim memberi tahu kalau Leto merasa teralienasi serta jengkel kala ia mengenali kalau Warner Bros. yang sudah menjanjikannya film DCEU Joker yang berdiri sendiri, membiarkan Todd senantiasa ikut serta dala film ini, menanya pada administrator musiknya Irving Azoff buat membenarkan cetak biru itu tertunda.

Warner Bros. mendesak Todd buat menjadi Leonardo DiCaprio selaku Joker, berambisi memakai kolega loyal Leonardo, Martin Scorsese, buat menarik atensi Martin. Tetapi, Todd berkata kalau Joaquin merupakan salah satunya bintang film yang beliau pikirkan, serta kalau ia serta Silver menulis dokumen dengan pandangan Joaquid,” Tujuannya tidaklah memberitahukan Joaquid Phoenix ke dalam sarwa film bersumber pada novel, melainkan memberitahukan film bersumber pada novel ke dalam sarwa Joaquin Phoenix.”

Baca juga : Review Film Captain America: The First Avenger

Joaquin mengatakan kala beliau mengenali film itu, beliau jadi bergairah sebab film itu merupakan film yang mau beliau ikut serta di sana; beliau menggambarkannya selaku istimewa serta melaporkan film itu tidak terasa semacam” film sanggar” umumnya.

Joaquin berasumsi sepanjang sebagian durasi untuk kedudukan di film itu, alhasil mengusik dirinya serta mengatakan:” Kerapkali, dalam film- film ini, kita mempunyai arketipe yang disederhanakan serta reduktif ini.

Serta yang membolehkan pemirsa buat menghindar dari kepribadian ini, serupa semacam yang hendak kita jalani dalam kehidupan jelas, di mana gampang buat mengatakan seorang selaku kesalahan, serta sebab itu mengatakan, Yah, saya tidak semacam itu.”

The Hateful Eight - Informasi Seputar Sinopsis Film